Sabtu, 08 November 2014




BAB I
PENDAHULUAN


 A .Latar Belakang

        Basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi. Istilah "basis data" berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

B .Tujuan

      Untuk Memahami masalah-masalah operasional yang ada dalam pendekatan file datar terhadap manajemen data,yang melahirkan konsep basis data. Memahami relasi di antara elemen-elemen yangmembentuk lingkungan basis data.Memahami relasi di anomali- anomali yang disebabkan oleh basis yang tidak dinormalisasi dan kebutuhan akan normalisasi basis data. Mengetahui tahap-tahap dalam desain basis data, termasuk identifikasi konseptual, pemodelan data, kontruksi basis data fisik, dan penyiapan pandangan pengguna. Mengetahui fitur-fitur operasional dari basis data terdistribusi dan mengenal isu-isu yang perlu diperhatikan dalam memutuskan konfigurasi basis data tertentu.

C .Tujuan Instruksional Khusus :

• Mahasiswa dapat menjelaskan tingkatan arsitektur basis data
• Mahasiswa dapat menjelaskan konsep data independence, komponen DBMS, fungsi DBMS serta bahasa yang digunakan didalam DBMS
• Mahasiswa dapat mejelaskan perbedaan model data berbasis         objek, record, konseptual, dan fisik
• Mahasiswa dapat menjelaskan fungsi dan isi dari data        dictionary
• Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan arsitektur DBMS multi user
Tujuan utama dari sistem basis data adalah menyediakan pemakai melalui suatu pandangan abstrak mengenai data, dengan menyembunyikan detail dari bagaimana data disimpan dan dimanipulasikan.






BAB II
PEMBAHASAN

 A.  Pengertian Basis Data

Basis data (database) adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Basis data tersimpan di perangkat keras, serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi dari tipe data, struktur dan batasan dari data atau informasi yang akan disimpan. Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi pada para pengguna atau user.

B.  Lingkungan Basis Data

Lingkungan basis data adalah sebuah habitat di mana terdapat basis data untuk bisnis. Dalam lingkungan basis data, pengguna memiliki alat untuk mengakses data. Pengguna melakukan semua tipe pekerjaan dan keperluan mereka bervariasi seperti menggali data (data mining), memodifikasi data, atau berusaha membuat data baru. Masih dalam lingkungan basis data, pengguna tertentu tidak diperbolehkan mengakses data, baik secara fisik maupun logis.

C .Tiga Tingkatan Arsitektur Basis data ANSI-SPARC
3 tingkatan arsitektur basis data :
  1. Tingkat Eksternal (External Level)    
  2. Tingkat Konseptual (Conseptual Level)
  3. Tingkat Internal (Internal Level)

1.Tingkat Eksternal (External Level) :
Cobol
01 PEG_REC.
02 PEG_NO PIC X(6).
02 DEPT_NO PIC X(4).
02 GAJI PIC 9(6).

 2.Tingkat Konseptual (Conceptual Level) :
PEGAWAI
NOMOR_PEGAWAI    CHARACTER 6
NOMOR_DEPT              CHARACTER 4
GAJI                                  NUMERIC 6
 3.Tingkat Internal (Internal Level) :
FILE_PEGAWAI       LENGTH = 22
PREFIX                         TYPE = BYTE (6), OFFSET = 0
EMP#                            TYPE = BYTE (6), OFFSET = 6, INDEX = EMPX
DEPT#                           TYPE = BYTE (4), OFFSET = 12
PAY                               TYPE = FULLWORD, OFFSET = 16




Berikut contoh gambarnya:


E.Tahapan perancangan basis data

Perancangan basis data merupakan upaya untuk membangun sebuah basis data dalam suatu lingkungan bisnis. Untuk membangun sebuah basis data terdapat tahapan-tahapan yang perlu kita lalui yaitu:
  1. Perencanaan basis data
  2. Mendefinisikan sistem
  3. Analisa dan mengumpulkan kebutuhan
  4. Perancangan basis data
  5. Perancangan aplikasi
  6. Membuat prototipe
  7. Implementasi
  8. Konversi data
  9. Pengujian
  10. Pemeliharaan operasional

F.Data Independence

Ada 2 jenis data independence, yaitu
1. Physical Data Independence
2. Logical Data Independence
Prinsip data independence adalah salah satu hal yang harus diterapkan di dalam pengelolaan sistem basis data dengan alasan-alasan sbb :
1. DBA dapat mengubah isi, lokasi, perwujudan dalam organisasi basis data tanpa mengganggu program-program aplikasi yang sudah ada.
2. Pabrik / agen peralatan / software pengolahan data dapat memperkenalkan produk-produk baru tanpa mengganggu program-program aplikasi yang sudah ada.
3. Untuk memindahkan perkembangan program-program aplikasi
4. Memberikan fasilitas pengontrolan terpusat oleh DBA demi keamanan dan integritas data dengan memperhatikan perubahan-perubahan kebutuhan pengguna.

G.Bahasa Dalam DBMS 

DBMS (Database Management systems) adalah kumpulan program yang mengkoordinasikan semua kegiatan yang berhubungan dengan basis data. Dengan adanya berbagai tingkatan pandangan dalam suatu basis data maka untuk mengakomodasikan masing-masing pengguna dalam piranti lunak manajemen basis data biasanya terdapat bahasa-bahasa tertentu yang disebut Data Sub language.
Data sub language adalah subset bahasa yang dipakai untuk operasi manajemen basis data. Dalam penggunaan biasanya dapat ditempelkan (embedded) pada bahasa tuan rumah (Cobol, PL/1, dsb).

Dalam basis data secara umum dikenal 2 data sub language :
1. Data Definition Language (DDL)
2. Data Manipulation Language (DML)
Ada 2 jenis DML :
1. Procedural DML
mensyaratkan user menentukan data apa yang diinginkan serta bagaimana mendapatkannya.
2. Non Procedural
membuat user dapat menentukan data yang diinginkan tanpa menyebutkan bagaimana cara mendapatkannya.

Manipulasi data dapat berupa:
    • Penyisipan/penambahan data baru ke basis data
    • Penghapusan data dari basis data
    • Pengubahan data di basis data
    • Mengambil informasi yang tersimpan di basis data

Secara khusus pengguna menggunakan berbagai bahasa :
Programmer aplikasi menggunakan bahasa-bahasa seperti Cobol, Informix, dll (host language) yang ditempelkan dengan bahasa yang dipakai dalam DBMS. Pemakai terminal menggunakan bahasa Query (misal SQL) atau menggunakan program aplikasi (yang dirancang oleh programmer). Sedangkan DBA lebih banyak menggunakan bahasa DDL dan DML yang tersedia dalam DBMS.
DBMS mempunyai tugas untuk menangani semua bentuk akses kepada basis data, secara konsep :
1. Pengguna menyatakan permintaan akses menggunakan DBMS
2. DBMS menangkap dan menginterpretasikan
3. DBMS mencari :
            - eksternal / conceptual mapping
            - conceptual schema
            - konseptual / internal mapping
            - internal schema
4. DBMS melaksanakan operasi yang diminta terhadap basis data tersimpan.
Proses 1 s/d 4 dapat dilakukan secara interactive atau dicompile terlebih dahulu. 

H.Model Data

Model data adalah kumpulan konsep yang terintegrasi yang menggambarkan data, hubungan antara data dan batasan-batasan data dala suatu organisasi. Fungsi dari sebuah model data untuk merepresentasikan data sehingga data tersebut mudah dipahami.
Untuk menggambarkan data pada tingkat eksternal dan konseptual digunakan model data berbasis objek atau model data berbasis record.
1. Model Data Berbasis Objek
            Model data berbasis objek menggunakan konsep entitas, atribut dan hubungan antar entitas. Beberapa jenis model data berbasis objek yang umum adalah :
            - entity-relationship
            - semantic
            - functional
            - object-oriented
2. Model Data Berbasis Record
            Pada model data berbasis record, basis data terdiri dari sejumlah record dalam bentuk yang tetap yang dapat   dibedakan dari bentuknya. Ada 3 macam jenis model data berbasis record yaitu :
            - model data relasional (relational)
            - model data hierarkhi (hierarchical)
            - model data jaringan (network)
a. Model data relasional





b. Model data hierarchy

c. Model data jaringan
Model data jaringan dikenal sebagai STRUKTUR PLEX


I.Fungsi DBMS

Layanan-layanan yang sebaiknya disediakan oleh database management system adalah :
1.         Penyimpanan, pengambilan dan perubahan data
2.         Katalog yang dapat diakses pemakai
3.         Mendukung Transaksi
4.         Melayani kontrol concurrency
5.         Melayani recovery
6.         Melayani autorisasi
7.         Mendukung komunikasi data
8.         Melayani integrity
9.         Melayani data independence
10. Melayani utility
Komponen DBMS


Penjelasan :
1. Query Processsor
            Komponen yang merubah bentuk query ke dalam instruksi   tingkat rendah ke database manager
2. Database Manager
            Database manager menerima query dan menguji skema eksternal dan konseptual untuk menentukan apakah record-record dibutuhkan untuk memenuhi permintaan. Kemudian DM memanggil file manager untuk menyelesaikan permintaan
3. File Manager
            Memanipulasi penyimpanan file dan mengatur alokasi ruang penyimpanan pada disk.
4. DML Preprocessor
            Modul yang merubah perintah DML embedded ke dalam program aplikasi dalam bentuk fungsi-fungsi yang    memanggil dalam host language.
5. DDL Compiler
            Merubah perintah DDL menjadi kumpulan tabel yang berisi metadata.
6. Dictionary Manager
            Mengatur akses dan memelihara data dictionary. Data dictionary diakses oleh komponen DBMS yang lain.



Komponen software utama database manager adalah :
1. Authorization Control
            Modul yang memeriksa apakah pemakai mempunyai wewenang untuk menyelesaikan operasi
2. Command Processor
            Memeriksa apakah pemakai mempunyai wewenang untuk menyelesaikan operasi
3. Integrity Checker
            Untuk semua operasi yang merubah basis data, integrity checker memeriksa operasi yang diminta memerlukan batasan integritas.
4. Query Optimizer
            Modul ini menentukan strategi yang optimal untuk eksekusi query
5. Transaction Manager
            Modul ini mengerjakan proses-proses yang dibutuhkan operasi yang diterima transaksi
6. Scheduler
            Modul ini bertanggung jawab untuk menjamin operasi secara bersamaan terhadap basis data sehingga berjalan tanpa ada masalah antara yang satu dengan yang lain.
7. Recovery Manager
            Modul ini menjamin basis data tetap konsisten walaupun terjadi kerusakan.
8. Buffer Manager
            Modul ini bertanggung jawab terhadap pemindahan data antara main memory dan secondary storage, seperti disk dan tape.

J.Arsitektur DBMS Multi User

1.Teleprocessing
Arsitektur tradisional untuk sistem multi user adalah teleprocessing, dimana satu komputer dengan sebuah CPU dan sejumlah terminal seperti pada gambar 4.
2.File-Server
Proses didistribusikan ke dalam jaringan sejenis LAN (Local Area Network). File server mengendalikan file yang diperlukan oleh aplikasi dan DBMS. Meskipun aplikasi dan DBMS dijalankan pada masing-masing workstation tetapi tetap meminta file dari file server jika diperlukan (perhatikan gambar 5).
Kerugian arsitektur file-server adalah :
- Terdapat lalulintas jaringan yang besar
-           Masing-masing workstation membutuhkan copy DBMS
-           Kontrol terhadap concurrency, recovery dan integrity menjadi lebih kompleks karena sejumlah DBMS mengakses file secara bersamaan


3.Client Server
Untuk mengatasi kelemahan arsitektur-arsitektur di atas maka dikembangkan arsitektur client-server. Client-server menunjukkan cara komponen software berinteraksi dalam bentuk sistem.
Sesuai dengan namanya, ada sebuah pemroses client yang membutuhkan sumber dan sebuah server yang menyediakan sumbernya. Tidak ada kebutuhan client dan server yang harus diletakkan pada mesin yang sama. Secara ringkas, umumnya server diletakkan pada satu sisi dalam LAN dan client pada sisi yang lain.
Ada beberapa keuntungan jenis arsitektur ini adalah :
q  Memungkinkan akses basis data yang besar
q  Menaikkan kinerja
q  Jika client dan server diletakkan pada komputer yang berbeda kemudian CPU yang berbeda dapat memproses aplikasi secara paralel. Hal ini mempermudah merubah mesin server jika hanya memproses basis data.
q   Biaya untuk hardware dapat dikurangi
q   Hanya server yang membutuhkan storage dan kekuatan proses yang cukup untuk menyimpan dan mengatur basis data
q   Biaya komunikasi berkurang
q   Aplikasi menyelesaikan bagian operasi pada client dan mengirimkan hanya bagian yang dibutuhkan untuk akses          basis data melewati jaringan, menghasilkan data yang             sedikit yang akan dikirim melewati jaringan
q   Meningkatkan kekonsistenan
q   Server dapat menangani pemeriksaan integrity sehingga batasan perlu didefinisikan dan validasi hanya di satu tempat, aplikasi program mengerjakan pemeriksaan sendiri
q   Map ke arsitektur open-system dengan sangat alami
 






K.Data Dictionary

       Data dictionary adalah tempat penyimpanan informasi yang menggambarkan data dalam basis data. Data dictionary biasa disebut juga dengan metadata atau data mengenai data. Modul pengontrol otorisasi menggunakan data dictionary untuk memeriksa apakah seorang pemakai perlu mempunyai wewenang.
       Untuk mengerjakan pemeriksaan tersebut data dictionary menyimpan :
• nama-nama pemakai yang mempunyai wewenang untuk    menggunakan DBMS
• nama-nama data item yang ada dalam basis data
• data item yang dapat diakses oleh pemakai dan jenis akses yang diijinkan, misalnya: insert, update, delete atau read
Sedangkan untuk memeriksa integritas data, data dictionary menyimpan :
• nama-nama data item dalam basis data
• jenis dan ukuran data item
• batasan untuk masing-masing data item
Sistem data dictionary dapat dibedakan atas sistem aktif dan pasif. Sistem aktif selalu konsisten dengan struktur basis data karena secara otomatis dikerjakan oleh sistem. Sebaliknya, sistem pasif tidak konsisten terhadap perubahan basis data yang dilakukan oleh pemakai.





BAB III
KESIMPULAN



Dapat disimpulkan bahwa Basis data (database) adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Basis data tersimpan di perangkat keras, serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi dari tipe data, struktur dan batasan dari data atau informasi yang akan disimpan.
Lingkungan basis data adalah sebuah habitat di mana terdapat basis data untuk bisnis. Arsitektur Basis data merupakan suatu kumpulan data yang tersimpan secara sistematik dimana user dapat melihat data dan bagaimana cara user melihat data tersebut.




SUMBER
related:neni_rid.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/10579/LINGKUNGAN+BASIS+DATA+-+OHP.doc LINGKUNGAN BASIS DATA

Jumat, 10 Oktober 2014

Tugas Basis Data



Nama   :FLORENS R. SITINJAK
NPM    :43213564
Kelas:2-DA01

Jawabpertanyaandibawahini :

1. Tentukansebuah Enterprise yang adadalamlingkungannyataanda, kemudiansebutkannamaorganisasinyatersebut.
2. TentukanEntitas dari Enterprise yang telahdisebutkanpadanomor 3 diatas
3. TentukanAtribut dari masing2 Entitas yang ada padanomor 4 diatas
4. Berikan 5 contohnilai data dariatribut yang telahdisebutkanpadanomor 5 diatas.

Jawaban:
1.  Kampus
2.  Dosen, Mahasiswa/i, Satpam
3.   Atribut:
a.         Ibu/Bapak guru
1)        KodeDosen
2)        Nama Dosen
3)        Mata pelajaran
b.         Mahasiswa/i
1)        NPM
2)        NamaMahasiswa/i
3)        Kelas
4)        umur


c.         Satpam
1)        Kodesatpam
2)        Nama satpam
3)      Umur

4.     .  Nilai Data
a.         Dosen
KodeDosen
Nama Dosen
Mata pelajaran
D112
Helena
BahasaIndonesia
C546
Gianty
Matematika
B239
Deah
BahasaInggris
D231
Neni
Akuntansi

b.      Mahasiswa/i         
NPM
Nama Mahasiswa/i
Kelas
Umur
19023762
Safiah
2EB03
19Tahun
19085473
Ceila
2AK04
20Tahun
19120895
Andre
2EB03
20Tahun
18942988
Feby
2AK04
19Tahun

c.         Satpam
Kodesatpam
Nama satpam
umur
G970
Hedi
30 Tahun
D264
Aidi
33 Tahun
A845
Andri
30 Tahun


Sabtu, 04 Januari 2014

Informasi Senyawa Baru Yang Berguna Bagi Manusia



Penemuan Senyawa Baru 1,3-Oxaphospholes

Prof Dr Ciptadi berhasil menemukan senyawa kimia baru yaitu senyawa 1,3-oxaphospholes. Dijelaskannya, senyawa 1,3-oxaphospholes yang ditemukannya itu, terindikasi sebagai senyawa yang bermanfaat untuk antibiotik dan pestisida. Senyawa itu dibuat dari unsur phosphorus. "Saat berada studi di Perancis, saya menemukan 40 senyawa oxaphospholes dan derivat-derivatnya (turunannya)," katanya.
Dari 40 senyawa baru tersebut 30 di antaranya sudah dikirim ke Bayern Jerman, sebuah lembaga farmasi yang ada di Jerman.Sementara 10 senyawa baru lainnya masih dikembangkan oleh mahasiswa program doktor (S3) di ENSCM Montapellier II Perancis.
Penemuan senyawa baru olehnya itu diharapkan dapat dipatenkan bersama-sama dengan Prof Dr Cristau, seorang guru besar asal Perancis selaku dosen pembimbing saat melakukan penelitian di laboraorium universitas tersebut.
Berdasarkan keterangan guru besar bidang biokimia/ kimia organik Unpar tersebut, penemuan tersebut cukup membanggakan bangsa Indonesia, karena jarang terdapat mahasiswa Indonesia menemukan senyawa baru di perguruan tinggi itu.
Oleh karena itu, ketika diumumkan penemuan tersebut, Duta Besar Indonesia untuk Perancis ikut menghadiri dan mengucapkan selamat atas penemuan tersebut.
Pengembangan penelitian ini masih terus dilakukan bekerjasama dengan laboratorium kimia organik ENSCM Universite Montpellier II Perancis.
Penemuan senyawa-senyawa baru tersebut sebagian sudah diseminarkan di berbagai negara di Eropa dan Asia seperti Perancis, Inggris, Jerman, dan Jepang.
Sebagian juga sudah dipublikasikan pada jurnal internasional, seperti Acta Crystallographica, European Jounal of Organik Chemistry, Journal of Organometallic Chemistry, Phosphorus Sulfur and Silicon, katanya.
Ia menemukan senyawa itu saat ia mengambil program doktor (S3) kimia biomolekul di ENSCM Universite Montapellier II, Perancis.

Pro dan Kontra Energi Nuklir sebagai PLTN di Indonesia

Pembangunan PLTN di Indonesia telah berubah tidak hanya menjadi masalah energy tapi juga menjadi masalah social. Hal ini di akibatkan adanya ketidak percayaan dari masyarakat kepada pemerintah mengenai keamanan PLTN. Penulis sendiri walaupun berada dalam lingkungan program studi teknik nuklir. Namun, dalam hal ini memposisikan sebagai putra bangsa dengan maksud agar tulisan ini lebih objektif. Penulis merasa tergerak oleh pemilihan tema yang berjudul “PRO & KONTRA PEMBANGUNAN NUKLIR DI INDONESIA :KRISIS ENERGI VS KRISIS SOSIAL” dengan maksud untuk mengisi ruang kosong dalam perdebatan publik tentang rencana Negara membangun PLTN di jepara mulai tahun 2009 ini.makalah ini di maksudkan sebagai sebuah sumbangan kecil dalam suatu perdebatan menyangkut isu kemanusiaan penting di negeri tercinta ini. Sumbangan penulis dapat di jadikan semacam urun rembug dalam ruang kosong tersebut. Selanjutnya dengan semkin terpenuhinya ruang kosong tersebut ,public akan dibantu dalam memilih posisi mana yang mau di ambil terkait dengan perdebatan sekitar rencana tersebut.

Menyadari besarnya resiko yang menyertai pembangunan PLTN tersebut ,perdebatan public perlu di galakan terus sampai di temukan suatu titik konvergensi berupa sebuah pemilihan kebutuhan politik bersama . Perdebatan politik itu sendiri merupakan proses yang perlu di tempuh .argumentasi “pro” dan “kontra” perlu saling diadu. Pandangan –pandangan berupa corak optimisme perlu di temukan dengan pandangan-pandangan bercorak skeptesisme atau pesismisme.perdebatan public itu sendiri pada dewasa ini semakin di dasari sebagai proses konstruktif bagi hadirnya apa yang di sebut knowledge societies(P.Winaryo P.,SJ).

Apa yang di maksud dengan konvergensi disini ? Dalam kamus Wikipedia dikatakan bahwa konvergensi menunjuk kepada proses suatu titik temu suatu pandangan umum atau suatu keseimbangan yang bersifat “pasti.pertanyaannya adalah adakah titik temu ,pandangan umum,atau kondisi seimbang yang bersifat pasti terkait dengan isu Pembangunan PLTN di Indonesia yang bisa didek
ati bersama –sama?menurut penulis pandangan umum atau kondisi seimbang itu pasti ada,hanya saja masalahnya adalah bagai mana cara kita mendekati.salah satu cara yang bisa di gunakan adalah sosialisasi secara benar dan lengkap kepada masyarakat mengenai isu tersebut kepada masyarakat agar masya rakat dapat mengetahui dengan pasti resiko ,manfaat nuklir secara lengkap.di samping itu masyarakat harus keluar dari paradigma mereka dan mencoba tanpa memandang sebelah mata sosialisasi badan kenukliran dalam hal ini pemerintah dan BATAN,karena penulis sering melihat adanya demo anti nuklir sebelum acara sosialisai dimulai.mana bisa mengerti kalau belum sosialisasi di demo dulu?masyarakat harusnya tidak mudah terprovokasi mengenai hal tersebut.di samping supaya Indonesia tidak tertinggal denagn bangsa lain .PLTN tersebut juga sebagaimana kita ketahui juga merupakan solusi dari krisis energy.krisis energy adalah semakin menipisnya jumlah cadangan energy sehingga harus menggunakan energy alternative salah satunya nuklir.

Penulis pernah mengikuti salah satu seminar dimana di situ terdapat bedah buku yang berjudul “MELAWAN IIBLIS MEPHISTOPHELES:BUNGA RAMPAI TINJAUAN KRITIS ANTI PLTN FISSI”.di sana di hadiri oleh beberapa pembicara yang notabene 85% anti PLTN.mereka mengatakan bahwa alasan mereka sangat kompleks.salah satu alasan yang menurut saya menarik adalah ketidak percayaan masyarakat kepada pemerintah ,misalnya menyamakan dengan kasus kecelakaan penerbangan dan lumpur lapindo brantas, menurut penulis alasan ini masih relevan .hanya saja masyarakat harus tahu kalau pembangunan PLTN itu tidak sekedar asal tancap ,temple,dan jalan .ada perhitungan ,teknik tertentu yang harus dilakukan.lalu sebuah alasan lagi muncul yaitu korupsi,mengenai kasus ini penulis setuju karena jika ada korupsi maka sehebat apapaun bangunan pasti akan rapuh juga.

Disini saya termasuk kategori yang setuju atas adanya energi nuklir yang dijadikan sebagai PLTN di Indonesia dengan alasan bahwa : Kontra yang ditimbulkan akibat pembangunan PLTN antara lain karena masalah yang akan ditimbulkan akibat nuklir terlalu berbahaya, seperti terjadinya ledakan di kompleks pembangkit tenaga nuklir Fukushima Daiichi, Jepang yang mengakibatkan belasan ribu orang diungsikan hingga radius puluhan kilometer dari pembangkit itu dan tercemarnya laut di Jepang membuat ikan yang ada di Jepang tidak layak dikonsumsi. Jepang yang hingga kini terkenal dengan negara tercanggih di Asia pun tidak dapat mengatasi kebocoran yang terjadi pada reaktor nuklir apalagi Indonesia yang jelas-jelas SDM dan teknologinya kalah jauh dengan Jepang. Diperkirakan butuh satu tahun bagi Jepang untuk mengatasi masalah kebocoran reaktor nuklir, bahkan pihak Jepang sampai meminta bantuan dari Perancis dan Amerika Serikat untuk mengatasi masalah ini. Beberapa keluarga yang suami dan anaknya menjadi Tim Nuklir mengatakan bahwa kemungkinan besar mereka akan sekarat akibat sakit atau kanker akibat terpaan radiasi. Pengaruh radiasi nuklir sekitar puluhan tahun. Lalu kurang ahlinya Indonesia dalam pengolahan atau pengayaan uranium sehingga masih bergantung pada negara lain. Pembangunan nuklir membutuhkan dana yang sangat besar dan waktuyang sangat mahal untuk teknologi yang mahal dan berbahaya.

Sumber :